Aplikasi Zoom Berbahaya Meeting Room Poker Online Dibatalkan

Sejak pandemi melanda COVID 19 dunia, aplikasi Zoom langsung meningkat. aplikasi ini langsung digunakan oleh semua orang di dunia ini.

Tidak hanya untuk melakukan pertemuan kantor, tetapi juga disulap menjadi kelas virtual serta dapat digunakan sebagai wadah diskusi para pemain poker online lainnya. Sehingga memudahkan para pemain judi poker online berkomunikasi dan berbagi ilmu mengenai trik dan tips mendapatkan jackpot poker online.

Karena faktor keamanan diatas kegiatan zoom meeting poker online untuk sementara dibatalkan dengan batas waktu yang belum di tentukan. Zoom adalah aplikasi pertemuan online yang sedang booming saat virus corona wabah Covid-19. Sejak kepopuleran aplikasi ini jumlah pengguna pun hampir naik 100%. Berdasarkan data yang diperoleh sampai dengan maret 2020 jumlah pengguna telah mencapai 200 juta Namun, aplikasi ini telah dikritik karena beberapa celah keamanan dalam sistem.

Kebocoran Data Aplikasi Zoom Mencapai 530.000

530 ribu data dan detai akun aplikasi Zoom, software rapat online, sudah diperjualbelikan hacker di Dark Website, komponen tersembunyi dari dunia maya yang membutuhkan software khusus untuk mengaksesnya. Perusahaan pertama kali yang menumakan mengenai kebocoran data  ialah Cyble. Peningkatan jumlah akun Zoom yang dipasarkan di Dark Website pertama kaliditemukan pada 1 April dan dipasarkan seharga US$0,002 per akun, seperti diinformasikan dari The Indenpendent.

Dari hasil riset yang telah dilakukan perusahaan cyble mengatakan bahwa ratusan ribu data yang berhasil di curi hacker menggunakan teknik credential stuffing. Credential stuffing merupakan cara pembobolan akun mengandalkan info atau data yang sebelumnya telah terekspos.

Artinya, apabila akun e-mail berikut kata sandi pengguna telah bocor di dunia maya ,oleh karena itu sang peretas dapat memanfaatkannya kembali untuk membobol akun dengan kata sandi serupa yang teregistrasi di platform lain, dalam hal ini Zoom. Zoom sendiri tak terlibat dengan permasalahan ini sebab data yang bocor merupakan serangan cyber ke perusahaan. Mereka menyebut serangan seperti ini umum dan tidak akan memengaruhi perusahaan.

Aplikasi Zoom Tersandung Kasus Konten Cabul

Belum lagi selesai mengenai masalah kebocoran data ,kini aplikasi yang sedang naik daun semenjak virus covid 19 melanda dunia tengah terjerat kasus Gambar cabul terhadap siswa yang melakukan kegiatan belajar dirumah. Dimana kasus pengiriman gambar cabul tersebut terdapat pada kelas belajar di Singapura yang sedang melaukan belajar online menggunakan aplikasi zoom.

Selama kelas online, seorang pria tak dikenal melakukan “Zoombombing” atau pelanggaran dan mengganggu konferensi. Orang tak dikenal memasuki kelas geografi dilakukan melalui aplikasi Zoom, memberinya cercaan dan menampilkan gambar cabul.

Celah Keamanan

aplikasi ini tak mempunyai metode keamanan end to end encryption (enkripsi dari ujung-ke-ujung) ialah sebuah cara komunikasi komputerisasi yang dirancang supaya orang yang mendapatkan pesan atau konten hanyalah pihak-pihak yang memiliki hak menerimanya.

Berdasarkan laporan Google.com dimana baru-baru mengeluarkan Google Doodle. Zoom mengelola dan menaruh segala kunci dalam enkripsi data pengguna dan infrastruktur cloud-nya sendiri, sehingga data tak dapat terlindungi dengan optimal.

Berikut kelemahan dari aplikasi zoom ini

  • Ancaman Malware
  • Komputer Zombie
  • Key Management Berada Di China
  • Isu Penggunaan Enkripsi
  • Data di Kirim Melalui Facebook
  • Data Rencan di Curi

Aplikasi Zoom telah Di Boikot di Beberapa Negara

faktor pendorong rentan nya resiko keamanan dalam aplikasi Zoom, antara lain: Zoombombing dimana ada peserta yang bisa menyelundup konferensi online,e-mail bocor dan pengguna foto, panggilan dienkripsi, serta lubang keamanan yang memungkinkan hacker untuk mengakses komputer pengguna.

Oleh karena masalahah keamanan tersebut beberapa negara telah memutuskan untuk memboikot apkikasi Zoom tersebut antar lain

  • Jerman
  • India
  • Australia
  • Amerika
  • Singapura
  • Taiwan